Jumat, 24 April 2009

Rabu, 01 April 2009

SIAPAKAH DIRI KITA
“Siaapakah diri kit?”
Pernakah Terlintas pada hati kita sendiri Suatu pertnyaan siapakah diri kita ini dan pernakah datang satu pertanyaan siapakah diri kita dari lingkungan kita lalu apakah kita tau siapa diri kita?
Saat kita menunjuk muka kita dan berkata “ini adalah diri saya” Apakah benar apa yang kita tunjuk itu benar diri kita bukannya itu hanya sebuah Tengkorak yang dibalut daging dan kulit yang mengalir darah didalamnya dan saat kita menunjuk dada kita dan mengatakan “inilah diri saya” apakah benar itu diri anda bukannya itu hanya Tulang rusuk yang tebalut oleh daging dan kulit yang terbungkus oleh pakaian yangsedang kita pakai dan mengalir darah dan berdetaknya jantung didalamnya,Lalu???.... Siapakah diri kita Apakah ada orang lain yang bias membantu kita untuk menjelaskan siapa diri kita?
“Siapakah diri kita?" hanya Allah dan Hati nurani kita sendi yang bisamenjawabnya

Jumat, 27 Maret 2009

Mengingat Kematian



Duhai yang memisahkan orang-orang tercinta
Duhai rumah dunia, aku pasti meninggalkanmu
Duhai yang menggrogoti hari-hari, ada apa dengan angan-anganmu
Duhai sakaratul maut yang pasti terjadi, kenapa kau masih tertawa
Kenapa kau tidak menangis, menangisi dirimu
Jika tidak, kepada siapa kau menangis ?
Ingat, adakah yang hidup tanpa direnggut kematian
Namun, keyakinan mana yang sekarang ini ditutupi keraguan ?

Fulkutasi keimanan

Yakin Akan Datangnya Pertolongan Allah

Nasihat / Perbaikan Diri




''Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Sehingga, Allahlah yang harus memberi rezeki kepadanya dan kepadamu, Dialah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.'' (QS Al Angkabut [29]: 60).

Betulkah ekonomi yang tak menentu sekarang ini yang menyebabkan 'penyakit' panik sangat mudah menyerang bangsa kita? Barangkali tidak, jika kita menyelam ke inti persoalannya, bahwa bukan semata-mata krisis ekonomi, melainkan kita umumnya tidak memiliki keyakinan. Karena tidak optimistis, kita menjadi gamang, marah, takut, dan khawatir yang berlebihan. Selanjutnya, tidak adanya keyakinan itu kadang mendorong kita nekat bertindak yang tak terhormat.

Tanpa keyakinan, manusia tak bisa hidup. Akan terus diselimuti keragu-raguan yang mematikan. Keraguan itu menjadi sebab dari ketidaktenangan hidup dan perasaan tidak aman. Maka, kita harus yakin bahwa kita hidup di dunia ini bukan kemauan kita sendiri. Bukan karena kemauan orang tua. Juga tidak atas usulan siapa pun juga. Kita lahir dan hidup di dunia ini karena kehendak Allah.

Karena lahir dan hidup atas kehendak-Nya, maka Dialah yang akan mengurus kita. Jika Allah telah menciptakan kita, maka Dia tentu yang memelihara kita. Keyakinan ini harus ditanamkan pada diri kita, agar tidak takut menghadapi kesulitan hidup. Bukankah kehidupan itu sendiri merupakan bagian dari ciptaan Allah?

Bagaimanapun hebatnya krisis, tak perlu takut dan khawatir kekurangan rezeki Allah. Yang menjamin rezeki kita selama ini bukan manusia atau negara. Melainkan Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang. Kepada-Nya kita meminta dan mohon bantuan serta perlindungan-Nya. Jika suatu persoalan diselesaikan dengan emosi, hasilnya pasti merugikan masyarakat dan diri sendiri. Bila kini kita diuji dengan krisis ekonomi, maka dengan modal keyakinan kita gerakkan seluruh potensi yang kita miliki untuk mengatasinya.

Memang diperlukan sedikit kesabaran, di samping kerja keras dari semua komponen di negeri ini. Jaga kesatuan dan persatuan, dengan itu kita bisa maju. Sebaliknya, jika kita terpecah dan saling menyalahkan kehancuran akan datang. ''Bersatu (jamaah) akan mendapatkan rahmat, dan berpecah belah mendapatkan bencana (azab).'' (HR Ahmad). Dan, siapa yang akan menyanggah janji Allah bahwa dia menjamin akan mengangkat setiap problem kita? ''Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.'' (QS Al Insyirah [94]: 5-6).

Ayat tersebut diulang sampai dua kali secara berturut-turut, yang maksudnya untuk menyakinkan kita bahwa bersama kesulitan itu ada solusi yang terbaik. Masihkan kita tidak yakin, masihkan kita gamang melihat hidup?

Selasa, 17 Maret 2009

MENGENAL HATI

MENGINGAT MATI


Disadari atau tidak,tau atau tidak,mau atau pun tidak yang namanya kehidupan pasti akan mengalami kematian,dan kematian itu tak ada seorang pun yang tau kapan dia akan datang,seperti waktu kita akan dilahirkan,kita tak pernah tau kapan kita akan dilahirkan dan kapan kita mati.

Memang kalau bicara tentang kematian itu sangatlah menakutkan tapi itu hanya bagi mereka yang merasa mereka belum siap untuk menghadapi kematian,Lalu bagaimana supaya kita berani dan siap untuk menghadapi kematian yang tidak kita ketahui kapan datangnya kematian itu.

Sebelum kita membahas tentang kemagtian ada baiknya kita mengingat apa yang sudah kita perbuat sebelum kita mati.Apa yang sudah anda lakukan tentunya hanya diri kita sendiri dan Allah lah yang tau.dan apakah yang harus anda lakukan untuk menhadapi kematian,saya yakin anda bisa belajar dan dari diri anda sendiri dan orang lain ataupun dari buku-buku yang berkenaan tantang kematian dan kehidupan sesudah kematian.

Ingat dan ketahuilah bahwa suatu saat kita pasti akan mengalami kematian,seprti yang sudah terjadi pada tetangga ataupun kerabat anda.dan mereka pasti tidak tau kalu hari itu juga mereka harus meninggalkan dunia yang sudah pasti sangat mereka cintai.begitupun anda apakah anda yakin dan tau kalu hari ini pasti bukan hari terakhir untuk anda,dan apakah anda yakin esok hari anda bisa melihat terbit dan terbenamnya matahari.apakah anda akan menemui waktu yang telah anda tetapkan untuk bertaubat,waktu yang anda tetapkan untuk kembali kejalan Allah....
apakah tidak mungkin kalau hari ini adalah hari terakhir bagi kita dan apakah tidak mungkin setelah anda selesai membaca tulisan ini anda harus meninggalkan dunia ini untuk selamanya.kapan anda harus mempersiapkan kematian anda? Jawabnya adalah kapan anda bernafas saat itulah anda harus mempersiapkan kematian anda.Bukan nanti,besok lusa,minggu depan atau tahun depan karna bukan tidak mungkin anda tidak akan menemui hari itu.....

Bagaimanakah agar kita bisa cinta kepada Allah dengan keimanan kiata dan Menebar kasih sayang kepada sesama manusia agar kita bisa mnmempati syuga Allah kelak salah satu jalannya adalah Dengan mengingat mati,karna mungkin dengan mengingat mati kita akan takut untuk melakukan dosa dan akan lebih cendrung melakukan amal kebaikan


“INGAT......!”HIDUP ITU UNTUK MATI, DAN UNTUK HIDUP SESUDAH MATI