Sudahkah kita mengenal diri kita sendiri
“Barang siapa yang mengenal dirinya , pasti akan mengenal Tuhannya.”
Ada cerita menarik tentang Charly Chaplin, seorang actor kelahiran Inggris seperti yang ditulis dalam buku Motivate Your Self , dimana suatu ketika Charly Chaplin diam-diam mengikuti kontes mirip Charly Chaplin ( kalau di Indonesia semisal acara ASAL yang pernah di bawakan Alm. Taufik Savalas ) yang anehnya Charly Chaplin yang asli justru mendapatkan predikat ke 3.
Ini menandakan sering kali kita tidak begitu baik mengenal diri kita sendiri, malahan orang lain terkadang yang lebih mengenal diri kita ketimbang diri kita sendiri. Sunggu ironis, Aneh tetapi nyata.
Mungkin dikarenakan terlalu tebal dan banyaknya topeng yang kita kenakan untuk sekedar “diterima” dalam masyarakat, membuat kita rela kehilangan sebuah jati diri.
Seperti yang ditulis Koentjoro,Ph.D dalam buku “Tutur dari Sarang Pelacur” ,” ketika seseorang disebut-sebut memiliki kepribadian, itu berarti orang tersebut memiliki kemampuan dalam menopengi atau menyembunyikan dirinya yang asli agar, disatu sisi pas dengan konteks tempat ,waktu ,situasi dan kondisi dimana dia berada, dan disisi lain, segala sesuatu yang diniatkannya tercapai.”
Topeng-topeng inilah yang kerap kali sengaja digunakan oleh seseorang ( dan juga oleh kita ) untuk mengelabui orang lain. Walau tanpa sadar sebenarnya juga mengelabui diri sendiri.
Untuk sekedar dianggap gaul dan diterima maka seorang remaja rela melakukan apa saja walaupun ia harus menjual kehormatannya. Bahkan para wanita rela mengabiskan jutaan rupiah agar terlihat 5 atau 10 tahun lebih muda, walaupun untuk itu mereka harus rela kehilangan jati diri dengan bergaya dan mengatakan kepada orang lain bahwa usianya 5-10 lebih muda dari yang tertulis di KTP.
Gwyneth Platrow dalam buku “Seleb Bicara Soal Kamu” karya Carol Westan mengatakan , “kecantikan menurutku adalah merasa nyaman dengan tubuhmu sendiri” karena begitu kita merasa nyaman dengan diri kita maka orang lainpun akan merasakan hal yang sama terhadap kita.
Mulailah menyukai bayangan kita di cermin, walaupun untuk itu kita memerlukan waktu yang lama. Karena Tuhan tidak akan pernah salah dalam menciptakan bentuk kita.
Tidak ada orang yang memiliki wajah atau tubuh sempurna. Kalaupun ada bekas luka diwajahmu atau celah di gigi, atau bentuk jari kaki yang aneh, atau alismu yang berantakan , itu semua adalah hal-hal yang membentuk diri kita bukan malah menjadikan penghalang dan semakin menambah banyak deretan topeng yang kita gunakan untuk hanya sekedar diterima orang lain. Bisa jadi orang yang mencintai kita mungkin malah terpikat oleh celah gigi atau alis itu.
Mulailah berdamai dengan kekurangan diri, sehingga kita tersadar akan kekurangan tersebut dan memperbaikinya ketimbang menafikan kekurangan tersebut dan berusaha menjad pribadi yang lain