Rabu, 11 Maret 2009

Papat Kiblat Limo Pancer

Ke - SH - an Papat Kiblat Limo Pancer

Manusia lahir dalam keadaan telanjang. Telanjang dalam arti manusia itu masih bersih dari dosa-dosa, bersih dari sifat yang dipengaruhi oleh lingkungannya, belum mendapat sentuhan apapun dari lingkungan sekitarnya. Menurut Sigmund Freud (Psikologi Jerman) ...

... Manusia yang baru dilahirkan itu bersih seperti meja lilin. Sifat dan watak manusia sangat dipengaruhi oleh sifat pembawaan (ayah dan ibu) dan lingkungan sekitarnya,. Namun semua sifat manusia yang bermacam-macam itu dapat terangkum dalam empat nafsu manusia (empat kiblat) : mutmainah (kebaikan), supiyah (iri,dengki), aluamah (rakus, congkak, sombong), dan amarah (pemarah).Nafsu yang dominant terhadap diri setiap manusia itulah sifat yang yang paling mendasar pada manusia tersebut. Pada dasarnya setiap manusia mempunyai keseluruhan nafsu tersebut, namun tinggal manusia itu sendiri yang berhak mengendalikannya, dan nafsu mana yang dipilihnya untuk dijalani. Namun dari ketiga nafsu yang kurang baik untuk diterapkan (supiyah, aluamah, amarah) dapat ditekan atau dikendalikan dengan cara melaksanakan ajaran agama dari masing-masing yang diyakininya. Contohnya berpuasa, semedi (bertapa), sembahyang, nglakoni, mencontoh tindak-tinduk dari para sesepuh (nabi) yang dianutnya, membaca dan memahami kitab suci dll. Tanpa adanya hal-hal demikian sangat mustahil manusia itu akan dapat mengendalikan dirinya terhadap hal-hal yang merusakan imannya (batinnya/karena batin (hati kecil) adalah tempatnya kebenaran dan kesucian). Karena hal demikian akan selalu mengingatkan pada Dzat Yang Maha Kuasa.(Limo Pancer)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar